Rokan > Keragaman Hayati Rokan > Tumbuhan

 
 

Tumbuhan

Tidak ada Tali, rotanpun jadi ; Tidak ada nasi ubiaropun jadi

Dalam kehidupan masyarakat Melayu Rokan Pedalaman sudah mengenal ubi aro, apalagi orang tua, dimana mereka sudah mengalami dan merasakan kesusahan dan kesulitan akan bahan pokok yang namanya nasi atau anak mancih "ist melayu rokan". Disaat susah ada sebuah tanaman rambat berduri dijadikan masyarakat semasa itu sebagai bahan pokok nasi, namanya ubi aro, dengan ciri umum, daun berjari tiga dengan vena jelas, berakar dengan penuh duri, tanaman ini sangat mudah tumbuh dan juka sudah bertunas sangat kencang pertumbuhannya, dapat ditemui di daratan rendah namun tidak berair, memiliki umbi, seperti umbi bingkuang, umbi yang banyak memiliki air, umbi ini sangat mudah diambil walau memiliki akar berduri, cukup dengan mencongkel dari permukaan tanah, umbi tidak dapat diolah langsung karena memiliki zat yang dapat memabukkan atau mengganggu pencernaan maka disebutlah beracun, dengan teknik pengolahan yang sederhana maka ubi ini dapat dimakan dan diolah sebagai bahan pokok, rasa tidak kalah enak dibanding umbi lainnya.

Daun akar Ubi Aro Batang berduri akar Ubi Aro
Umbi utuh Ubi Aro Umbi terbelah ubi Aro

 Proses pembuatan Nasi Aro : umbi dikupas, lalu dilumuri abu dapur, dan dimasukkan dalam goni untuk disimpan selama dua malam, setelah itu dikeluarkan dari goni dan dijemur sampai kering, kemudian barulah dapat diolah dalam bentuk makanan apapun sebagaimana layaknya makanan ubi kayu

 

 
Tumbuhan ini memiliki bunga yang cantik, belum diketahui tanaman apa dalam bahasa Rokan  
 
Bunga Bangkai
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Alismatales; Famili: Araceae; Genus: Amorphophallus; Spesies: A. titanum;
Nama binomial: Amorphophallus titanum (Becc.) Becc. ex Arcang
Tanaman ini beda sekali dengan bunga raflesia.
Dalam etnobotani Rokan bunga ini memiliki 5 penyebutan nama dan memiliki dua nama bagian dari bunga tersebut sebagai berikut :
1. Umbinya disebut dengan "Bungkuo tangguk" yaitu umbi yang terdapat pada pangkal tanaman ini.
2. Batangnya yang besar tersebut disebut dengan "Popanau"
3. Bagian daun pada saat tanaman ini belum menjadi bunga disebut dengan "Kipeh tumerang"
4. Sedangkan bagian bunga secara keseluruhan disebut dengan "Bungo Bangkai"
5. Bagian kuncupnya disebut dengan "Jantong Krubuik"
Sedangkan bagian bunga disebut dengan bagian kelopaknya "Sludang" dan bagian kuncupnya yang bagian atas saja disebut dengan "Kolambu jantong"
Dalam cerita yang ditutur oleh bapak taslim bagian-bagian bunga bangkai ini sangat banyak manfaatnya, mulai dari jimat sampai, obat pertanian sampai dengan obat lainnya.
Tidak semua orang berani mendekati tanaman ini pada zaman dahulu, dikarenakan banyak hal-hal yang tidk baik terdapat sekitar tanaman ini.
 
 

Gambar bagian Bungo Bangkai dari kiri ke kanan :
1. Bungku Tangguk, 2. Jantong Krumbuik, Klambu Jantong

Tulisan serupa dengan membahas lebih banyak dari manfaat tanaman ini untuk pengembangan usaha, dapat dilihat di www.fobi.web.id dengan judul artikel Bunga bangkai rokan

 
 
Buah Sosapek, tanaman ini disebut dengan sosapek, berpohon besar, dahan yang agak rapuh, memiliki daun agak besar berbentuk daun bodi, buah sosapek ini bila dipencet terasa bergetah dan lengket ketangan, isi buah seperti bertempurung tipis isi kacangan.
Buah sosapek ini sangat disukai oleh burung punai, punai akan turun ketanah mengambil buah yang jatuh, disaat musim ini masyarakat Melayu Rokan akan memasang jerat burung punai dibawah pohonnya dengan membuat jalur jalur untuk memudahkan pengarahan tangkapan punai tersebut.
 
 
Buah mato planduk, nama tanaman ini tidak ada sama sekali hubungannya dengan binatang pelanduk  
 
Racun kambiang, tanaman ini disebut siangan, atau tanaman rendah pada kawasan kebun, bekas ladang, disebut dengan racun kambiang "racun kambing" disebabkan kambing tidak akan mau memakan tanaman ini.  
 
Smalang Merah, tanaman ini tidak memiliki daun, hanya akar yang merambat dan memiliki pucuk yang selalu seakan-akan muncul daun tetapi nyatanya tidak juga akan pernah muncul daun, suka sekali di tempat kayu mati dan didaerah teduh.  
 
Tonawan buhuk, cendawan ini termasuk cendawan yang agak lembut, banyak mengandung air, dan dimakan oleh ulat diperkirakan bakal menjadi kupu-kupu.
Menurut keterangan dari Budayan Rokan dan masyarakat Kubu Manggis, bahwa tonawan yang ada sebagian besar dimakan oleh bangsa ulat, ada yang berbulu dan ada yang ulatnya tidak berbulu, umumnya ulat tidak besar, kecil-kecil.
Cendawan yang dimakan ulat seperti : Tonawan Golang kaki, T. Bulu, T. Tolingo boruk, T. Kukuran, T. Krambie, T. Nasi dan tonawan buhuk serta tonawan lainnya selain tonawan racun. (sumber Cik anuik)
 
 
Tonawan Racun, "cendawan racun", cendawan ini memiliki jaring seperti jala, dan dengan kepala coklat beraroma busuk, diketahui ada dua jenis serupa dengan dibedakan warna jaringnya. sedangkan penamaan cendawan ini :Tonawan racun" terdiri dari dua jenis, pertama dengan bentuk seperti gambar, dan yang kedua tidak memiliki jaring, hanya menjulang saja dengan kepala tendawan dibagian atas.  
 
Tacca  

Submenu

 

 

rokan.org